KELADI (Kelas Komplementer Ibu dan Bayi)
Terapi komplementer merupakan jenis terapi yang memanfaatkan bidang ilmu kesehatan yang mempelajari bagaimana cara menangani berbagai penyakit menggunakan teknik tradisional. Dalam terapi ini tidak menggunakan obat-obat komersil, melainkan memanfaatkan berbagai jenis obat tradisional dan terapi. Sebagai salah satu penyembuhan penyakit, terapi ini dipilih untuk mendukung pengobatan medis konvensional, Saat ini, terapi komplementer sangat banyak jenisnya. Terapi ini juga dikembangkan berdasarkan kepada bukti ilmiah hasil dari penelitian.
Bidan merupakan penyedia layananan jasa kesehatan khususnya untuk ibu dan anak. Lingkup pelayanan bidan dalam KIA yang luas mulai dari kesehatan bayi baru lahir sampai ke masa menopause memberikan kesempatan kepada bidan untuk dapat memberikan pelayanan holistik terhadap pasiennya, Aspek legal perlu diperhatikan oleh setiap tenaga kesehatan khususnya bidan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Seorang bidan dalam memberikan praktik mandiri kebidanan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan serta memberikan kejelasan batas kewenangannya dalam menjalankan praktik kebidanan, Dalam pelayanan kebidanan komplementer seorang bidan harus memperhatikan dasar hukum yang mengatur tentang praktik kebidanan komplementer, terdapat aturan yang khusus mengatur tentang terapi komplementer yang dapat diterapkan dalam pelayanan kebidanan. Berdasarkan PERMENKES Nomor 1109/Menkes/Per.IX/2007 tentang pengobatan dan terapi alternative, terapi komplementer yang dapat diterapkan dalam praktik kebidanan. Di Indonesia telah diatur juga mengenai tata cara dan aturan pelayanan pengobatan komplementer dalam penerapannya yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik No.HK.03.05/I/199/2010 tentang Pedoman Kriteria Penetapan Metode Pengobatan Komplementer dan Alternatif yang Dapat diintergrasikan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Implementasi pelayanan komplementer dalam praktik kebidanan dapat dilakukan mulai dari masa kehamilan. Dalam masa kehamilan terapi komplementer dinilai memiliki manfaat yang sangat banyak untuk ibu saat menjalani masa kehamilan dan persiapan kelahiran, Contoh penerapan pelayanan komplementer pada ibu hamil diantaranya yaitu : Penggunaan jahe (ginger) untuk mengurangi keluhan morning sickness, Aromaterapi untuk membantu ibu hamil melakukan rileksasi, Yoga prenatal/yoga masa hamil bermanfaat untuk memberikan kebugaran pada ibu hamil dan membantu ibu dalam menjalani kehamilan serta mempersiapkan proses kelahiran bayinya, Implementasi pelayanan kebidanan komplementer pada ibu saat bersalin juga telah banyak dilakukan oleh bidan kepada pasiennya, beberapa pelayanan komplementer pada ibu bersalin diantaranya, Hypnobirthing dalam proses persalinan yang akan membantu pasien dalam memberdayakan dirinya, sehingga ibu dapat menjalani proses kelahiran dengan tenang, nyaman, dan minim trauma. Implementasi pelayanan kebidanan komplementer pada ibu nifas. Hypnobreastfeeding dalam masa nifas akan membantu ibu untuk dapat memberikan afirmasi positif sehingga ibu lebih percaya diri dan yakin dapat menjalankan tugas utamanya dalam proses menyusui bayinya, Pijat refleksi pada ibu nifas bertujuan untuk memberikan rileksasi pada ibu sehingga ibu dapat menjalani masa nifasnya dengan nyaman dan meningkatkan produksi ASI, Pijat oksitosin/‘oxytocyn massage’ berfungsi untuk memberikan stimulasi hormone oksitosin pada ibu sehingga jumlah ASI dapat meningkat.
Pelayanan terintegrasi baru terlaksana di beberapa tempat pelayanan kesehatan. Selain itu, dalam system pendidikan masih beberapa institusi kesehatan (kedokteran, keperawatan, kebidanan dan jurusan kesehatan lain) yang memberikan materi pelayanan kesehatan tradisional, sehingga dapat dikatakan dalam system pendidikan belum semua kampus mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional dalam kurikulum pendidikannya. Sedangkan dalam asurasi/klaim BPJS, baru diketahui bahwa BPJS dapat menerima klaim untuk terapi akupunktur di beberapa RS yang telah bekerja sama, selebihnya belum ada asuransi untuk metode lain yang dapat jaminan asuransi
Dalam upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) ditahun 2030 maka perlunya adanya peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan kualitas kehidupan manusia, dengan program Keladi ini Puskesmas Kradenan 1 berupaya untuk mewujudkan meningkatkan derajat Kesehatan ibu dan anak melalui program pemberdayaan msyarakat, melalui kelas ibu hamil dan kelas ibu balita sebagai wadah pemberian infomasi di Puskesmas Kradenan 1 merupakan bagian terpenting dalam penerapan program inovasi ini penerapan dilakukan secara holistic dan komprehensif, inovator bersama tim dalam sesi pertemuan akan memberikan informasi terkait asuhan komplementer sesuai kebutuhan ibu dan balita, sebagai contoh sesi kehamilan maka pasien akan diberikan materi mengenai senam hamil yang dikomparasikan dengan pemberian aromaterapi serta hypnoterapi, sesi kelas ibu balita, ibu balita akan diberikan materi dan practice tentang pijat bayi yg dapat dilakukan dirumah secara mandiri oleh ibu balita, pada saat persalinan dan fase nifas nakes di ruang poned akan memberikan tambahan intervensi pelayanan berupa pemberian aromaterapi dan pijat oksitosin.
Buku panduan kegiatan keladi dapat di akses dalam link berikut : https://drive.google.com/file/d/1XKO1tgYhV2cZ_RHqLOQ2GDAMSIErcE79/view?usp=sharing